Cerita Dewasa

PEMUAS NAFSU TANTE PENGGILA SEK dan SEKS NIKMAT MEMBAWA MALU

0
Please log in or register to do it.

Cerita Seks Dewasa – cerita mesum ini adalah cerita seks yang mana ingin aku cerita kan tentu nya karena Ini adalah pengalaman saya dengan Bu Edi, tetangga saya, Waktu itu kira-kira jam 9 pagi saya berniat mau kerumahnya untuk membayar listrik karena memang dibantu oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya krn kebetulan belum pasang listrik sendiri…  Trus sesampai dirumahnya ternyata sepi sekali. Aku kira tidak ada orang di rumah. Tapi aku liat pagar tidak dikunci, jadi inisiatif aku buka aja kemudian aku ketuk pintu rumah bu Edi… “Pagi bu” sapaku “Eh, mas leo…,masuk..”pun langsung masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu begitu seksi dengan menggunakan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga terlihat tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini bisa kacau ni otak…” kataku dalam hati “Ini bu, saya mau bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Saya dobel aja, kebetulan ada rejeki…” aku memulai pembicaraan.  “Oalah….kenapa kok pake didobel segala sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dulu, khan tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada keperluan mendadak khan bisa dipakai dulu…” katanya. “Ah gak apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Daripada ntar kepakai bln depan saya jd bingung bayarnya….” Jawabku. “Mas leo ini bisa aja..masalah itu mah gampang mas bisa diatur…lagian tetangga dekat aja kok. Santai aja lah” serunya ramah. “Iya bu gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi. “Kalo gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dulu..Oh iya mas leo mau minum apa? Panas apa dingin??” tanyanya lagi. “Ah gak usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku. “Udah gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi. “Boleh deh bu, terima kasih…..” jawabku sambil tersenyum.

Ibu Edi pun langsung masuk kedapur, Sementara aku hanya
terdiam sambil menghitung uang dari dompetku untuk memastikannya tidak kurang.
Ibu Edi keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.  “Silakan diminum mas…” “Terima kasih bu..” Jawabku.
Bu Edi duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran
listrik bulan lalu. Aku mencium aroma wangi sekali, ditambah pemandangan indah
krn daster bu edi agak rendah sehingga aku bisa melihat belahan dadanya yg
putih dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Aku merasakan
****** aku mulai membesar melihat pemandangan yahud ini… “Nah ini mas, totalnya
masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu. Jadi dibayar dobel
kah?” Aku agak terkejut karena pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku
sekenanya. “Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu saya bayar semua. Ini a…ada dua ratus ribu saya titipkan
semua aja..” kataku gugup. Bagaimana tidak. Ketika menyebutkan jumlah tadi,
pose bu edi sangat menantang, dengan belahan dada yg nampak jelas dan paha yg
menganga.. “Lho kok kaget?? Kenapa?? Dibayar satu dulu aja gak apa2 kok mas”
katanya. “eh…anu….nggak kok bu. Beneran saya ada kok. Saya bayar semua aja..”
kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg begitu menantang.. Nampaknya bu
edi mengetahui aku menyelidiki dadanya yg sekal itu..Namun bu edi hanya
tersenyum tanpa berusaha menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang
mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak konsentrasi gitu??” “Oh…eh…nggak
kok bu.., anu….” aduh aku mulai bingung, sementara bu edi tersenyum memandang
ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum.

“Masalah duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi bingung gitu…” katanya sambil tersenyum nakal. Tiba2 bu edi menyentuh pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja kenapa mas??” Tanya bu edi sambil menunjuk dadanya. “Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup “Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus sampai gak berkedip gitu..?” katanya sambil semakin mendekat ke aku. “Suka ya???” Tanyanya lagi “Mau??” aku semakin tidak bisa menjawab. Tapi kontolku semakin tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku. “Eh..m..m…maksud ibu??” Srup bibirnya bu edi langsung melumat bibirku dan tangannya meramas-remas ******  ku, pikiranku sangat kacau, aku masih bingung dan belum percaya kalo saat ini aku bermesraan dengan bu edi, yang selalu jadi fantasi sex ku. Birahiku pun mulai bangkit, aku pun mulai meremas-remas payudara bu edi yang tadinya hanya aku liatin saja. Kami saling melumat dan tangan bu edi terus meremas-remas kontolku. Tanganku pun mulai menelusup dari sela-sela daster bu edi dan masuk ke dalam BHnya.

PEMUAS NAFSU TANTE PENGGILA SEK dan SEKS NIKMAT MEMBAWA MALU

Aku mainkan dan aku pilin-pilin puting susu bu edi yang mulai mengeras.  “Terus mas leo…ssshhs, enak banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku, aku pun membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga kini tinggal cd yang melekat. “Mas…kita ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mencium bibirku. Bu edi langsung masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi kini tinggal berbalut BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku nakal bu edi mulai membuka bh dan cd nya. Kini bu edi telah telanjang bulat dihadapanku… “Wow bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari atas sampai bawah. Tubuh bu edi memang sangat mulus, kulitnya putih, payudaranya begitu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi memek bu edi, begitu indah dengan klitoris yg menonjol, serta tidak ada satu helaipun bulu jembutnya..nampak sehabis dicukur.  “Kok malah bengong mas leo….sini dong” Bu Edi duduk di tepi ranjang dan kemudian aku mendekat dan menunduk mencium bibirnya. Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku. “Waaahhh….. mas…ini besar banget, apa begini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang aku keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu edi sambil mengelus-elus ****** ku, sesekali dijilati ujung hingga buah pelirku jg tak lepas dari jilatan bu edi. .

Aku hanya terpejam menikmati servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati. Ouh..bu enak banget bu, terus bu. Kemudian bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim. Kemudian memasuk kan kontolku kemulutnya. Dia pun mengulum kontolku dengan lihai. Nikmat sekali rasanya, lebih nikmat dari hisapan istriku…. “ahh….Terus bu”, aku pun mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi terlihat penuh. Sesekali bu edi menggunakan giginya untuk mengulum kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar nikmat. Sekitar 10 menit bu edi mengoralku, sebelum akhirnya menciumi buah pelirku, menjilatinya lalu berdiri dan kembali mencium bibirku. Ternyata bu edi sangat menyenangi foreplay. Terbukti berkali-kali dia menjilat leher hingga belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener sensasi yang luar biasa. Aku pun tidak tinggal diam. Kini aku remasi payudara bu edi sambil aku jilat lehernya. Payudara nya jg tak luput dari jilatan dan remasanku sampai aku mulai mengulum putingnya.  Bu edi hanya mengeliat-mengeliat dan mendesah mendapat perlakuan ini dariku. Sesekali aku gigit2 kecil putingnya dan bu edi melenguh nikmat karenanya…. Perlahan aku baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku. “Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….enak banget lidahmu….ahhh….mas leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat. Aku pun menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, ternyata cairannya bu edi banyak banget keluar. Meki yang kemerahan itu bener-bener basah oleh ludahku yg bercampur lendirnya.. Aku pun mengangkangkan kakinya agar bisa menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya lalu aku kulum-kulum dan sesekali kugigit pelan-pelan. Ouch…nikmat banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…” Aku pun menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu indah pun menggelinjang keenakan…. Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…aku gak pernah senikmat ini……jari kamu enak banget ahhh pinter mas…..shhhh…” Tak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya.. “Shhhhh…,uhhhhffff…aku mau keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”  Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..” Cairan bu edi menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih. Bu edi keliatan lemas….aku pun kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku sodorkan kontolku.. Bu edi pun menghisap dengan kuat kontolku..aku membalikkan badanku sehingga posisi kami sekarang 69, aku menahan badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu edi. Sementara memek bu edi kembali basah dan aku terus mengelus elusnya. Aku pun memperbaiki posisiku dan kini kami sama-sama berbaring.. Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya.. “Shh..uhf.. nikmat banget mas…aaahh….masukin sekarang mas….auuhhhh..

cepet mas aku udah ga tahan nih..gatel banget rasanya.” Bu edi pun kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan hingga terlipat menyentuh payudaranya… Kini bibir memek bu edi muncul keluar dan menganga seakan berteriak minta dientot. Aku pun mengarahkan kontolku ke vagina bu edi dan mulai menggesek-gesekannya.. ”sssshhhh….aaahh…uuuhhh ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Aku pun menancapkan kontolku dengan cepat masuk ke dalam vagina bu edi yang sudah basah. “Ouhhhh….pelan-pelan mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Ternyata memek bu edi masih sempit dan enak banget kontolku serasa dipilin-pilin. Aku pun memompa terus memek bu edi…semakin lama semakin cepat..  “Ouh..terus mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian aku berhenti dan menancapkan kontolku sedalam-dalamnya lalu aku diamkan…..aku ciumin payudara bu edi…lalu aku kulum putingnya…Dan secara tiba2 aku goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar. “Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kamu…a.oooohhh…..enak mas….” Bu edi meracau tak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit kuat sekali.. “Ouh..aku keluar lagi mas…..enak mas…..enak banget,” Aku pun membalikkan badan bu edi dan ternyata bu edi langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami dogy style..aku pun memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kamu kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..nikmat banget “ Aku terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang bergelantungan.. ”Ouh..ahh..terus mas….,aku gak tahan lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Aku pun merasa ada yang mau keluar dari kontolku,,,,aku semakin mempercepat kocokanku di memek bu edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….aku mau keluar nih…” seruku. Aku tak peduli lagi dengan beda usia kami. Aku panggil bu edi dengan sayang. “ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya. Rupanya tak dapat kutahan lebih lama lagi. Dengan tusukan terakhir aku berhenti dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan spermaku ke memek bu edi. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Aku merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi.. “aahh….”  Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu aku kecup bibirnya….. “makasih mas……enak bgt…..” ujar bu edi. “Iya sayang….aku juga merasa enak bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai meraba payudaranya lagi. “mas….aahhhh udah dulu mas…..capek….ssshhh..” “Iya sayang,,,,aku cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya.. Kami pun berpakaian lagi. Ketika hendak pamit, bu edi melumat bibirku dan meremas kontolku…. “Uangnya dibawa aja dulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 ciuman kami. “Aku balas meremas payudaranya lalu aku kulum lagi bibirnya. “kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku. “Iya gampang….ntar aku sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya.. “Dengan senang hati” jawabku dan aku kulum bibirnya lagi sambil aku maikan puting payudaranya…. Aku pun pamitan pulang. Sejak itu kami jadi sering ML kalo rumah bu edi lagi sepi. Bahkan pernah juga di hotel kalo bener2 gak tahan tapi di rumah lagi ada anak-anaknya. Dan aku juga sering dibebaskan bayar listrik karena bu edi puas dengan pelayanan yang aku berikan… Sekian….

SEKS NIKMAT MEMBAWA MALU SAAT KETAUAN MASTURBASI DI
TOILET

Aku meraba klitorisku dgn jari jariku, terasa nikmat sekali, beberapa saat kututup mataqu,  Cepat sekali kemaluanqu sudah licin, basah sekali, sentuhan jari jariku semakin menebarkan rasa nikmat. Sesekali aqu tekan lebih keras, badanku rasanya tak sanggup menopang badanku, lututku bergetar lemas tak kuat menopang badanku.  Oh ya, keasikan neh, perkenalkan namaqu Diana, 26 tahun, masih single, aqu bekerja sebagai seorang Guru SD di Jakarta. Hobiku adalah masturbasi sambil menghayalkan lelaki pujaanku, fantasi-fantasi liar sering kali tak dapat kubendung, apalagi semenjak aqu jomblo hampir setahun ini.  Dan beginilah, belakangan ini jika sedang horny aqu tak kenal tempat untuk memuaskan gejolak birahiku. Balik ke cerita tadi…  Sangkin nikmatnya masturbasi di kamar mandi sekolah, aqu sampai tak menyadari kalau pintu kamar mandi walau kututup tapi tak kukunci. Aqu semakin tak peduli, yg kutahu aqu harus memuaskan birahiku yg sedang terbakar, kucoba menahan desahanku, walau terkadang terlepas juga desisan desisan kecil dari bibir tipisku. “sshh..emhhh”, desisan kecil sesekali kelaur dari bibir tipisku. Aqu membaygkan bercinta dgn pak Lukman, guru olah raga baru disekolah tempatku bekerja, pak Lukman sungguh tampan dan badannya yg sangat kekar, tadi siang aqu memperhatikannya yg sedang memberi petunjuk cara meregangkan otot kepada murid kelas 6 SD. ototnya begitu keakar, belom lagi ada tonjolan yg menggelembung di antara pahanya. Terus terbayg-bayg, aqu jadi ga kaut lagi menahan birahiku sampai akhirnya berujung di kamar mandi sekolah ini ketika jam pelajaran berakhir dan sekolah sudah sepi. Aqu membaygkan bercinta dgn pak Lukman di kamar mandi ini, dia memompa kemaluannya yg besar di kemaluanqu dari arah belakang, badannya mendorong badanku sehingga aqu terpaksa menahan badanku di tembok kamar mandi dan sedikit menungging.  Aqu mempraktekkannya seolah-olah semuanya nyata, satu tanganku bertopang di dinding dan yg lain membelai klitorisku dari depan.  ‘uuuh pak Lukman’, desisku pelan. aqu terus mengejar kenikmatan, keringatku mulai keluar dari atas keningku. Tak lama aqu merasa hampir tiba di ujung kenikmatan itu, tetapi tiba-tiba, ‘braaak’, pintu kamar mandi tiba tiba terbuka. ‘bu Diana’, kata orang yg berdiri di depan pintu kamar mandi dgn mata yg tak berkedip sedikitpun melihatku. Aqu tersentak kaget,  ‘pak Mukidi ehhhh…’, kataqu kaget ketika melihat pak Mukidi, cleaning service sekolah yg umurnya sekitar 40 tahun.

Baca Juga Cerita Mesum Indonesoia : PERSELINGKUHAN DITA MEMBAWA BENCAN KELUARGA

Sangkin kagetnya dan tak tau berbuat apa aqu jongkok merapatkan kakiku sangkin kagetnya, tetapi tanganku masih berada diantara selangkanganku, aqu begitu kaget sampai lupa menarik tanganku.  ‘pak Mukidii keluar’, kataqu dgn suara pelan. Wajahku pucat sangkin taqut dan malunya. Kurang ajar benar dia, bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar kamar mandi dan menguncinya.  ‘ngapain pak… keluar,’ perintahku dgn tetap berjongkok sambil merapikan rok ku ke bawah yg tadinya tersingkap sampai ke pinggul. ‘Bu Diana’, kata Mukidi sambil mendekatiku dan mendekap badanku. Aqu bertambah kaget, tapi aqu tdak berani berteriak, aqu taqut ada orang yg mengetahui kalau aqu masturbasi di kamar mandi sekolah.  ‘jangaan pak’, kataqu berusaha melepaskan dekapannya, kugeser badanku untuk melepaskan diri dari dekapannya, tetapi dia tetap mendekapku sampai aqu menabrak dinding. ‘jangan paak’, kataqu taqut, dia tak mendengarkanku, bahkan dia mendekatkan wajahnya dan menciumi leherku, ‘jangaaan’, kataqu lagi.  Melihat Mukidi yg begitu beringas dgn nafas mendengus dengaus menciumi leherku dan tangannya mulai meraba raba buah dadaqu. Aqu menyadari kalau aqu terjebak, aqu berusaha melawan, dgn sekuat tenaga aqu dorong badannya, berhasil, dia terjatuh di lantai kamar mandi.  Aqu langsung mengambil kesempatan, berdiri ke arah pintu, tetapi ketika aqu mencoba membuka grendel pintu kamar mandi. Tanganku tertahan oleh tangan Mukidi yg kekar, ‘lepaskan’, kataqu, tetapi Mukidi yg sudah kesetanan itu tak mendengarkanku, dia malah memutar tangan kananku ke belakang badanku dgn paksa, tangannya yg lain menahan tangan kiriku didinding.  Aqu terjebak, tenaganya kuat sekali, badanku seperti terkunci dan tak bisa bergerak, ‘pak Mukidi jangan…sakit..lepaskan’, kataqu memohon dgn suara memelas. ‘bu Diana… biarkan aqu…’, katanya didekat telingaqu, dengusan nafasnya sampai terasa menerpa telingaqu.  “ahhh lepaskan’, aqu memohon lagi begitu mengetahui badan kekarnya menekan badanku kedinding. Aqu sangat taqut, ketika merasa ada benda yg keras kenyal menabrak bokongku. ‘ahh kemaluannya udah tegang, dia akan memperkosaqu’, jerit batinku Aqu semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangannya yg menahan kedua tanganku. 

‘sebaiknya bu Diana jangan berisik, nanti ada orang yag dengar, biarlah saya dipukuli orang tetapi saya akan cerita ke semua orang kalau ibu Diana masturbasi di kamar mandi’, katanya mengancam, aqu mengurangi perlawananku, ancamannya begitu mengena. Apalagi di sekolah aqu dikenal sebagai wanita anggun yg berkarisma. Aqu menghentikan perlawananku…berpikir sejenak.  Kesempatan itu tak disia siakannya, tangan kananku diletakkan keatas merapat didinding bersatu dgn tangan kiriku, dgn tangan kirinya dia menahan kedua tanganku.  ‘jangan paak, kumohhhon jangaan’, aqu memelas kepadanya. Tapi sia-sia, tangan kanannya sudah bebas meraba raba buah dadaqu, dia memeras buah dadaqu keras sekali. Ingin rasanya menangis tetapi aqu taqut malah ada yg dengar.  “aahh bu Diana..buah dada bu Diana gede banget emmhh’, kata-kata kotor yg memuji keindahan badanku keluar dari mulutnya.Kurang puas meraba buah dadaqu yg masih ditutupi kemeja, dia menarik kemejaqu keatas melepaskan dari dalam rokku. Tangannya yg kasar mulai terasa meraba raba perutku, ‘ammpuun pak lepaskan’, kucoba lagi memohon ketika dia mulai memeras buah dadaqu.  ’emmh bu Diana, gede banget toket bu Diana”, katanya lagi dgn berbisik dari belakang, dengusan nafasnya yg berderu menandakan dia sangat bernafsu. Dan aqu bisa merasakan kemaluannya sudah sangat keras sekali menabrak nabrak bokongku. Ini semua menandakan dia benar benar sudah sangat ingin menyebadaniku.  ‘Bu Diana ijinkan saya menyetubuhi bu Diana’, bisiknya pelan sambil menarik rokku keatas. Aqu kaget mendengarnya, tetapi tenagaqu tak cukup kuat melepaskan kuncian tangannya. ‘Pak..jangan jangan kasihani aqu’, kataqu memelas. Sepertinya apapun yg kukatakan tak dapat membendung nafsu setannya, sejenak tak kurasakan tangan kanannya meraba raba badanku. Penasaran apa yg dilaqukannya. aqu menoleh ke belakang dan alangkah kagetnya..  ‘oooh jangan pak’, aqu panik ketika melihat ke belakang dia mengeluarkan kemaluannya, walau tak begitu jelas aqu bisa melihat kemaluannya yg besar dan hitam legam sudah keluar dari sarangnya. Belom hilang rasa kagetku, Mukidi menekan badanku merapat kedinding, aqu merasakan benda kenyal dan keras mengesek dan menabrak bokongku.  ‘Aduuh bokong bu Diana montok banget’, katanya meremas remas bokongku. Aqu terkaget, aqu baru teringat jika ketika masturbasi tadi aqu melepas celana dalamku dan celana dalamku masih tergantung di pintu kamar mandi.  ‘Gawat neh’, pekikku dalam hati mengetahui bokongku tak dibaluti kain sedikitpun. Pasti dia dgn mudah mencari sasaran tembaknya apa lagi kemaluanqu udah mengeluarkan cairan karena masturbasi tadi, aqu menjadi panik kembali, aqu taqut membaygkannya.

Kucoba lagi memberontak, tapi tetap sia sia.  Aqu pasrah, rasanya tak mungkin lepas, kurasakan ada benda kenyal sedang menggesek gesek belahan kemaluanqu yg licin seperti mencari cari sasaran. Akhirnya benda itu berhenti tepat di mulut lubang kemaluanqu setelah mendapatkan sasaran tembak, kemaluan Mukidi sudah berada tepat di depan mulut kemaluanqu, aqu sungguh tak berdaya. ‘Pak Mukidi ampun pak’, kataqu memohon lagi menyadari dalam hitungan detik kemaluannya akan segera masuk kedalam badanku  ‘Bu Diana udah lama saya pengen giniin bu Diana, bu Diana seksi banget’, katanya, dan tiba tiba kurasakan kemaluannya mulai masuk, aqu panik mencoba melawan sengan sisa sisa harapanku, bukannya terlepas tapi malah karena gerakan badanku kemaluan itu malah terbenam masuk ke dalam lubang kemaluanqu, ‘aaaah tidaaak’, pekikku dalam hati ketika kurasakan kemaluannya terasa terbenam memenuhi kemaluanqu. Aqu menarik nafas, ingin rasanya menangis.  Sungguh sial, kemaluanqu yg sudah basah ketika aqu masturbasi tadi malah memudahkan gagang itu masuk, tetapi kupikir itu lebih baik, jika tak mungkin kemaluanqu bisa lecet karena ada benda yg memaksa masuk, tapi berkat cairan yg sebelomnya memang udah membanjiri kemaluanqu membuat kemaluan Mukidi yg besar itu pun masuk perlahan menggesek dinding lubang kemaluanqu perlahan.  ’emmmh bu Diana, kemaluan bu Diana enak banget, ooohhh’, desahnya didekat telingaqu ketika kemaluannya dibenamkan sedalam dalam mungkin dan terasa menyentuh rahimku, ‘Ya ampuuun panjang banget kemaluan laki laki ini, ampuuun’, pekikku dalam hati. Aqu berharap kemaluan itu udah mentok karena terasa sangat keras menabrak rahimku dan terasa sedikit perih karena jujur aja belom pernah ada benda sebesar itu masuk ke kemaluanqu. Ketika gagangan itu amblas, aqu terdiam, antara bingung, taqut, takjub, nikmat dan kaget. Semuanya berkecamuk dikepalaqu… aqu benar benar terdiam, tak bergerak.  Aqu pasrah, tak mengeluarkan sepatah katapun, tak kusangka khyalanku bercinta di kamar mandi sekolah, dan disebadani dari belakang kesampean juga, tetapi bedanya bukan dgn pak Lukman dan aqu tak menginginkan ini terjadi. Tapi kenyataannya, laki laki yg sedang mendesah desah dibelakangku, yg sedang membenamkan gagangannya di lubang surgaqu yg berharga adalah pegawai kebersihan alias cleaning service di sekolah kami.  Kenyataan yg harus kuterima, Mukidi sedang menikmati kemaluanqu, menikmati memompa kemaluannya keluar masuk di lubang kemaluanku.

Baca Juga Cerita Seks Dewasa : ARISAN SEKS YANG MEMBUAT TERBUAI LUMPUR DOSA dan JADI PEMUAS WANITA KESEPIAN

‘oooh bu Diana…ohhh enaknya’, desah Mukidi ga karuan berkali kali  ’emmmh’, aqu mendesis kecil, walau aqu tak suka tapi tiba-tiba aqu merasakan rasa nikmat walau tersamar oleh rasa taqutku. Mukidi terus mengocok kemaluannya tanpa henti, begitu dalam melesak masuk di lubang kemaluanqu. Kedua tanganku masih ditahan oleh tangannya yg kekar di dinding kamar mandi.  ‘oooh ya ampppuuun kemaluannya teraasa banget’, teriakku dalam hati. Ketika aqu mulai tenang, aqu menyadari kalau kemaluan Mukidi memang besar dan keras sekali, gesekan dan tusukan kemaluannya begitu mantap memenuhi lubang kemaluanqu. Terasa banget ada benda yg mengganjal selangkangku, mulai menebarkan rasa nikmat yg menjalar diseluruh badanku.  Diam diam aqu mulai menikmati diperkosa lelaki ini, tiap kali dia menggerakkan gagang kemaluannya, darahku berdesir, sungguh luar biasa nikmat yg kudapat. Ketika dia menancapkan kemaluannya kembali ke dalam liangku, aqu mendesis pelan, kucoba tak mengeluarkan suara, aqu terlalu sombong untuk mengaqui kalau gagangan itu sungguh memberikan kenikmatan padaqu, tetapi tetap saja desisan kecil keluar dari bibirku. ‘mmmh mmmmh’, desisku pelan. ‘enakkan bu?, katanya tiba tiba.  Ternyata dia mengetahui kalau aqu mulai menikmati tusukan kemaluannya. Aqu terdiam malu, tak berani berkomentar, kalau kubilang tak atau memaki makinya, dia pasti tahu aqu bohong karena kemaluanqu sudah mengeluarkan banyak cairan yg menandakan aqu juga terangsang dan menikmati enjotan kemaluannya. Aqu menundukkan kepalaqu dan mencoba menghindari ciuman bibirnya yg mengecup pipi kananku. 

‘Tunggingin dikit bu Diana’, katanya sambil menarik bokongku keatas. ‘Kurang ajaaar… berani beraninya dia malah menyuruhku menungging’, umpatku dalam hati. Tapi aqu tak punya pilihan selain menuntaskan birahinya secepat mungkin, dan berharap agar semuanya secepat mungkin berakhir. Aqu ikuti saja kemauannya dgn menunggingkan sedikit bokongku.  ’emmh bokong bu Diana memang montok banget, ga salah apa yg aqu khayalin selama ini’, katanya sambil meremas remas bokongku gemas. ‘Gila, ternyata aqu sudah lama jadi fantasi laki laki ini’, pikirku dalam hati. Merasa posisiku sudah siap, sambil tangan kirinya menahan pinggulku, dia kembali menggerakkan kemaluannya kembali.  ’emmh pak pelan’, kataqu ketika kurasakan penetrasi kemaluannya terasa lebih dalam dari sebelomnya,mungkin karena aqu menunggingkan bokongku sehingga posisi kemaluanqu benar- benar bebas hambatan. Mukidi tak memperlambat kocokannya, dia malah mempercepat, aqu mulai mendesah-desah pelan masih menjaga sikapku,  ’emmh emmmh’, desisku pelan merasakan gesekan gagangannya di lubang kemaluanqu. Melihat badanku yg terdorong dorong kedepan, Mukidi sepertinya sengaja melepaskan kedua tanganku sehingga aqu dapat menahan tekanan badannya, dgn kedua tanganku bertopang pada tembok.  ’emmmh gila seret banget’, erangnya. Kini kedua-tangannya meremas remas bokongku yg bulat padat sambil tak berhenti mengocok kemaluannya. ‘ooh bu oooh’, Mukidi semakin keras mendesah, aqu jadi taqut kalau-kalau ada orang yg mendengar desahannya itu. “pak Mukidi..ja..jangan berisik pak..”, kataqu memohon taqut desahannya didengar orang. ‘I..i..iya bu emhh abis enak banget’, katanya pelan dgn nafas menderu.  Kocokan kemaluannya terasa semakin cepat. Kurang puas meremas-remas bokongku, dia menguakkan belahan bokongku. dan kurasakan satu jarinya membelai duburku. Kontan aja aqu menggeliat, bokongku bergoyg ke kanan ke kiri karena kegelian.  ‘oooh pak Mukidi..oooh’, aqu bukan lagi mendesis tetapi desahan mulai keluar dari bibirku, rasa nikmat yg tercipta dari kocokan kemaluan Mukidi ditambai gesekan jarinya yg membelai duburku seperti racikan yg pas membuat aqu lupa diri, dan membuatku tak dapat membendung desahanku. Hebat sekali, rasanya aqu mulai benar benar menikmati semua ini, badanku terasa sangat geli, kenikmatan rasanya menyebar diseluruh badanku.  ‘oooh ahhh’, aqu semankin menggila desahanku bertambah keras saja, Mukidi bukan saja hanya membelai duburku dgn jarinya tetapi memasukkan satu jarinya ke duburku dan menusuk nusuk jarinya ke duburku, refleks bokongku semakin kutungingin, tiap kali dia menarik kemaluannya dia membalasnya dgn menusukkan jarinya ke duburku. Jujur saja terlintas dibenakku untuk melaqukan anal sex dgn pak Mukidi, seperti yg dulu pernah kulaquan dgn pacarku.  Mukidi semakin mengerang tak karuan, tak kuhiraukan lagi apa yg dikatakan Mukidi, rasanya aqu sudah mau klimaks. ‘saya mau keluar..ahh bu Diana’, kudengar samar samar erangannya, tetapi tak kupedulikan karena aqu juga merasa sudah mau klimaks.  ‘ooh emmmh oooh’ desahku lebih keras, kurapatkan badanku kedinding, Mukidi mengikuti badanku dan menekan keras keras kemaluannya kedalam kemaluanqu, bahkan dia menusuk jarinya sampai amblas didalam duburku ‘ahhhh setaaan kau parmaaaaan’, lirihku panjang, aqu klimaks, aqu tak dapat menahannya, sungguh luar biasa aqu bisa klimaks ketika diperkosa. 

Kutelan air liurku menikmati sisa kenikmatan, masih kurasakan kemaluan Mukidi memenuhi liangku, tetapi tak kurasakan lagi jari Mukidi di duburku, kedua tangannya memegang bokongku dan memompa kemaluannya dgn ganas.  ‘oooh bu Diana oooh’, tiba tiba Mukidi mengerang keras dan menekan badanku keras, aqu kaget menyadari dia mau klimaks, tapi terlambat, diringi erangannya, kemaluan Mukidi sudah menyemburkan sperma hangat menyirahi rahimku. Berkali kali dia mengehentakkan kemaluannya dalam-dalam membuat badanku terdorong ke tembok.  ‘ooooh emmmh’, entah kenapa aqu ikut menikmati sensasi ketika Mukidi klimaks di liangku, denyutan-denyutan kecil gagang kemaluannya terasa di sinding lubang kemaluanqu ketika cairan hangat spermanya berhamburan keluar menyirami lubangku.  ‘Ahhh apa yg kulaqukan? Mukidi klimaks di kemaluanqu’, pekikku dalam hati. Aqu tersadar kembali, kurapatkan badanku kedinding dan menarik nafasku, aqu teringat kalau aqu memang sudah mau haid, aqu hanya bisa berharap spermanya tak membuahi telur dirahimku.  ‘ahh bu Diana emmh’, dia mencoba mencium pipiku tapi kudorong dgn mata melotot. Melihatku protes, dia segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan kemaluannya yg masih dilumuri cairan kemaluanqu.  ‘Cepat keluar pak’, kataqu dgn suara lantang sambil merapikan posisi rokku. Mukidi tanpa berkata apa apa langsung keluar dan kukunci pintu kamar mandi. Aqu langsung membersihkan kemaluanku dari cairanku sendiri dan sperma Mukidi yg mengalir keluar,

Baca Juga Cerita Seks Indonesia : SEX KU DENGAN FATIMAHKU

‘gila..banyak banget spermanya’, umpatku dalam hati.  Aqu mengenakan celana dalam dan merapikan baju yg kukenakan. Aqu mengendap endap keluar kamar mandi dgn hati berdebar, taqut ada orang yg mengetahui apa yg terjadi tadi di kamar mandi. Suasana sekitar sekolah sepi, memang saat itu sudah hampir jam 4 sore. Dgn hati berdebar aqu memasuki ruangan guru, kulihat kepala sekolah dan 2 orang guru belom pulang mereka lagi sibuk dgn urusan masing masing. Aqu sedikit bernafas lega walau perasaan kotor masih ada dipikiranku. Dan sore itu aqu pulang kerumah dgn perasaan yg tak menentu antara malu, takjub dan taqut. Demikianlah cerita seks panas PEMUAS NAFSU TANTE PENGGILA SEK dan SEKS NIKMAT MEMBAWA MALU olehc cerita sex hot.

Sumber Bacaan Lainya

Muber Media – AI Image Collection
Agui Web
Beritain.Co

JANDA HAUS SEKS NGAJAK SEX KARENA LAMA GAK NGENTOT dan GESEKAN NIKMAT UNTUK MEKI IBU GURU YANG SEKSI
SENGAJA KUSETUBUHI KAKAK IPARKU dan BODY MULUSNYA CONNIE

Your email address will not be published. Required fields are marked *